Kantor PT Drydock Dibakar, 38 Mobil Rusak Parah
BATAM - PT Drydock World Graha, Tanjunguncang, perusahaan galangan kapal di Batam, kemarin (22/4) rusuh dan membara. Sembilan pekerja perusahaan itu terluka parah. Enam orang di antara mereka berkewarganegaraan India dan sisanya WNI. Kerusuhan tersebut juga mengakibatkan sedikitnya 38 mobil rusak parah. Kebanyakan mobil rusak karena dibakar. Kerugian diperkirakan puluhan miliar rupiah.
Selain itu, lantai dasar gedung manajemen PT Drydock dibakar. Akibatnya, dokumen-dokumen penting perusahaan tersebut hangus. Gudang penyimpanan berbagai bahan dan peralatan yang bersebelahan dengan gedung itu juga dibakar. Ruang departemen quality control (QC) pun tak luput dari perusakan tersebut. Kaca-kaca dan sejumlah peralatan kerja di ruang itu hancur.
Kerusuhan tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu para pekerja yang masuk pagi baru saja memulai aktivitas. Sejumlah petinggi di tiap-tiap departemen perusahaan tersebut pun baru saja menggelar rapat pagi.
Salah satu yang mengadakan rapat pagi adalah bagian kelistrikan proyek L205. Pagi itu, para karyawan, termasuk para petinggi, menggelar rapat di salah satu ruang gedung manajemen. Di ruang tersebut hadir para supervisor, baik berkewarganegaraan Indonesia maupun asing (WNA). Para pekerja asing itu berasal dari India, Bangladesh, Filipina, Vietnam, dan sejumlah negara lain.
Entah apa yang salah, tiba-tiba salah seorang supervisor berdarah India, Ganesh, mengeluarkan kata-kata kasar. Dia berkata, “All Indonesian stupid (Semua orang Indonesia bodoh, Red).” Umpatan itu membuat supervisor Indonesia yang hadir di ruang tersebut naik pitam dan nyaris beradu jotos. Emosi tersebut sejenak bisa diredam.
Namun, umpatan itu kembali dilontarkan oleh Ganesh, supervisor bagian kelistrikan, di kapal L205 yang masih dikerjakan. Dia memaki pekerja WNI. Dia berkata, “Ninty nine percent Indonesian stupid.”
“Iya. Dia supervisor electrical,” ujar Ari, pekerja subkontraktor (subkon) di Drydock, kemarin.
Makian tersebut spontan menyulut emosi pekerja Indonesia lainnya. Adu jotos tak terhindarkan antara pekerja asing berdarah India dan karyawan WNI -yang menurut mereka sudah sering mendapatkan hinaan serupa. “Kalau topi ini bisa ngomong, ia akan ngomong bahwa tiap hari kami dimaki-maki bodoh dan lainnya,” ujar pekerja dari departemen QC tersebut.
Hinaan tersebut dengan cepat menyebar ke sekitar 10 ribu pekerja, termasuk karyawan subkon Drydock yang masuk pagi itu.
Total karyawan Drydock sekitar 15 ribu orang. Mereka lantas bergerak mencari rekan kerja berdarah India. Mereka meminta agar para pekerja asing berdarah India hengkang dari Batam.
Menggunakan cat Pilox, beberapa karyawan menulis permintaan agar orang India keluar dari Batam. “We want India people move out.” Tulisan itu terpampang di dinding gedung owner, di samping gedung manajemen.
Kemarahan pekerja yang merasa dilecehkan tersebut memuncak. Mobil sejumlah petinggi Drydock yang diparkir di depan maupun belakang gedung manajemen dan owner jadi sasaran. Selain memecahkan kaca dan merusak badan mobil, mereka membakar beberapa mobil tersebut.
Berdasar pantauan Batam Pos (Jawa Pos Group) di lokasi kerusuhan, 38 mobil dari berbagai merek, termasuk yang mewah, rusak berat. Lima di antaranya habis gara-gara terbakar. Hanya beberapa mobil bertulisan “Indonesia Punya” yang selamat dari aksi tersebut.
Selain mobil, mereka merusak kursi dan meja di lobi gedung manajemen dan komputer. Pekerja yang marah itu menyulut api ke ruang HRD setelah memecahkan kaca di lantai dasar. Api dengan cepat menyambar dokumen-dokumen yang menumpuk di meja kerja ruang tersebut. Satpam perusahaan itu tak kuasa menahan emosi para pekerja.
Beberapa pekerja di bagian manajemen berhamburan ke luar setelah melihat asap tebal dari lantai dasar. Sementara itu, pekerja asing, khususnya warga India yang takut dihakimi, memilih bersembunyi di gedung manajemen dan owner serta beberapa ruang lain di lantai 2 dan 3 yang dinilai aman.
Beberapa di antara mereka panik dan nekat meloncat dari lantai 2 dan 3. Bahkan, kaki seorang pekerja asing berdarah India patah setelah terpeleset karena berusaha kabur dari lantai 3.
Sekitar 30 menit bara di perusahaan milik pemodal asal Uni Emirat Arab itu meletus, satu kompi Brimob Polda Kepri tiba di lokasi. Mereka datang bersama satu peleton anggota Samapta Poltabes Barelang dan Polda Kepri. Dua peleton TNI-AD dari Yonif 134 Tuah Sakti dan tiga unit mobil pemadam kebakaran menyusul ke lokasi kerusuhan.



