![]() |
| Antasari menghadapi vonis atas tuntutan hukuman mati dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. |
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar berada di ujung tanduk. Pagi ini, dia akan menghadapi vonis atas tuntutan hukuman mati dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.
Jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 19 Januari 2010 membacakan tuntutannya atas Antasari yang dianggap sebagai otak kasus pembunuhan itu. Selain Antasari, Kombes Williardi Wizar dan Sigid Haryo Wibisono pun menerima tuntutan yang sama .
Menghadapi vonis tersebut, keluarga Antasari siap mendampingi pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu. ida Laksmiwati, istri Antasari, dan dua putrinya akan ikut hadir dalam persidangan bersama seluruh keluarga besar mereka.
“Kami berharap Pak Antasari bebas sepenuhnya dan bisa kembali ke rumah,” ujar Ida kepada wartawan.
Meski mengaku siap menerima vonis yang akan disampaikan mejelis hakim, Ida tetap yakin suaminya tak bersalah dalam kasus tersebut.
Ida menegaskan, seharusnya suaminya divonis bebas murni karena tidak ada bukti kuat yang disampaikan pihak yang memperkarakan suaminya.
“Benar apa yang diungkapkan Ibu Ida. Bukti rekaman Pak Antasari dan Rani sepotong-potong. Tidak kuat kami tim pengacara tetap kecewa karena polisi tidak memutar rekaman CCTV di Hotel Gran Mahakam,” terang Victoria Sidabutar, kuasa hukum Antasari, saat mendampingi Ida.
Nasrudin ditembak usai bermain golf di Modernland, Tangerang, pada 14 Maret 2008. Penembakan tersebut diduga bubtut dari rangkaian teror yang diterima Antasari dari Nasrudin.
Sebelum peristiwa itu, Antasari disebut-sebut pernah bertemu dengan Rani Juliani, istri Nasrudin, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan. Menurut JPU, Antasari sempat melakukan pelecehan seksual terhadap Rani.
Sedangkan kemarin dirumah keluarga besar Antasari, Jelang putusan terhadap Antasari keluarga mengadakan pengajian dengan tujuan agar semuanya berjalan lancar, dan berjalan sesuai proses. Ida Laksmiwati, istri mantan Ketua KPK Antasari Azhar, mengatakan bahwa pengajian yang digelar di rumahnya merupakan permintaan keluarga besar Antasari. dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, keluarga besar Antasari yang berasal dari Bangka Belitung dan Palembang sengaja terbang ke Jakarta.
“Bapak




