Seorang seniman Spanyol membuat geram kaum Yahudi. Seniman tersebut membuat karya seni berbentuk tempat lilin Yahudi yang tumbuh dari moncong senjata mesin Uzi.
Selain itu, Dalam karya seni yang diberi nama “Tangga Menuju Surga”, Eugenio Merino, nama seniman tersebut juga memahat patung seorang rabbi Yahudi yang berdiri di atas bahu seorang pendeta, yang berlutut di punggung seorang Muslim yang tengah bersujud.
Karya seni, yang juga menggunakan silikon dan rambut manusia untuk memberikan kesan realis, tersebut langsung terjual kepada seorang kolektor seni Eropa dengan harga 50.000 euro.
Tak pelak, hal tersebut memantik protes keras dari kedutaan besar Israel di Spanyol. Pihak kedutaan mengatakan bahwa pesan-pesan yang menyinggung tetap saja menyinggung, meski hal itu disampaikan lewat karya seni.
Pameran seni yang digelar oleh seorang seniman asal Spanyol memantik reaksi keras dari pihak Kementerian Luar Negeri. Pada hari Rabu, kedutaan besar Israel di Madrid mengeluarkan pernyataan resmi untuk memprotes karya seni yang dipamerkan di ajang International Art Fair (ARCO) di Madrid.
“Nilai-nilai seperti kebebasan berbicara dan kebebasan berkreasi terkadang dimanfaatkan untuk melakukan provokasi terselubung, prasangka dan generalisasi,” demikian bunyi pernyataan pihak kedutaan.
Pahatan-pahatan tersebut merupakan dua dari lima hasil karya seni yang dipamerkan oleh seniman tersohor Spanyol, Eugenio Merino.
Merino membantah tudingan Israel tersebut. Ia mengklaim bahwa dirinya tidak penah berniat melakukan provokasi. “Tujuannya hanyalah untuk memperlihatkan koeksistensi tiga agama tersebut. Setiap agama berdoa kepada Tuhan dengan caranya masing-masing,” kata sang seniman kepada para wartawan.
Duta besar Israel untuk Spanyol, Rafi Schutz, memutuskan untuk membatasi protesnya hanya dalam bentuk pernyataan resmi. Dia tidak menyerukan penarikan karya seni tersebut dari pameran. Hal tersebut dilakukan untuk tidak mengesankan Israel sebagai pihak yang mengekang karya seni.
“Dalam sebagian hasil karya seniman Spanyol ini ada sejumlah elemen yang menyinggung kaum Yahudi, Israel, dan tidak diragukan lagi, bagi pihak-pihak lainnya,” kata pihak kedutaan. “Sebuah pesan yang menyinggung tetap saja menyinggung, meski berwujud sebuah karya seni.”
“Kami menyampaikan pendapat kami mengenai permasalahan ini, meski kami tahu bahwa provokasi-provokasi semacam ini hanya bisa berhasil karena memang selalu mendapatkan tanggapan,” tambah pihak kedutaan dalam pernyataan yang disampaikan kepada media Spanyol.
Sumber-sumber diplomatik menekankan bahwa pihaknya menghindarkan penggunaan istilah “anti Semit” karena khawatir bahwa penggunaan istilah tersebut akan memantik gelombang sentimen anti Yahudi dan anti Israel di Spanyol.
Harian Spanyol, El Mundo, menyebut pameran seni tersebut sebagai pameran seni ARCO yang paling kontroversial sejauh ini, karena para pemilik galeri menuding penyelenggara pameran, IFEMA, berusaha mempengaruhi pilihan para peserta.
Para kritikus juga mengecam pameran tersebut karena dianggap terlalu besar dan menelan biaya yang terlalu banyak. Mereka mengatakan bahwa ajang tersebut telah terseret dalam pengaruh-pengaruh politik dan kehilangan nilai-nilai pentingnya.



